Pada saat ini banyak kegiatan arisan uang atau barang. Dalam
perkembangannya terjadi suatau cara sebagai berikut :Our Blog
KEPUTUSAN BAHTSU AL-MASAIL SYURIYAH NU WILAYAH JAWA TIMUR(2))
KEPUTUSAN BAHTSU AL-MASAIL SYURIYAH
NU WILAYAH JAWA TIMUR
DI PP NURUL JADID PAITON PROBOLINGGO
TGL 15-16 DZULHIJJAH 1399 H / 5-6 NOPEMBER 1979 M
Mas’alah
Pada saat ini banyak kegiatan arisan uang atau barang. Dalam
perkembangannya terjadi suatau cara sebagai berikut :
A, B, dan C berarisan, A mendapat giliran menerima arisan
tetapi ridlo haknya diterima oleh B yang juga anggota arisan, namun belum
menerima arisan/giliran. Penyerahan hak secara suka rela dibarengi ganti rugi
semacam jual beli hak, umpamanya :
Arisan sepeda motor memberi ganti rugi sebanyak Rp.15.000,-
atau Rp. 25.000,-
Arisan uang sebesar Rp. 100.000,- memberi ganti rugi
sebanyak Rp. 10.000,- sampai dengan Rp. 15.000,-
sedangkan B masih punya hak
giliran di lain waktu.
Pertanyaan :
Bernama
aqad apakah pergantian semacam ini?
Jawab :
Ala sabili al ihtiyat (menurut pendapat yang berhati-hati)
aqad semacam itu termasuk aqad Qardlu jarro Naf’an (hutang dengan menarik
keuntungan) yang hukumnya tidak boleh (haram) kecuali jika tidak ada janji
dalam aqad (Fu al-sulbi al-aqdi).
Boleh dengan nama bai’ul Istihqoq.
Dasar pengambilan :
1. Bughyatu
Al-Mustarsyidin hal, 13
إِذِ اْلقَرْضُ الفَاسِدُ المُحَرَّمُ هُوَ
اْلقَرْضُ المَْشْرُوْطُ فِيْهِ النَّفْعُ لِلْمُقْرِضِ, هَذَا اِنْ وَقَعَ فِي صُلْبِ
القد، فان تواطأ عليه قبله ولم يذكر في صلبه او لم يكن عقد جاز مع الكراهة كسائر حيل
الربا الواقعة لخير غرض شرعي.
Artinya:
Aqad utang
piutang yang fasid (rusak) dab haram ialah menghutangi dengan janji pihak yang
menghutangi mendapat keuntungan hal ini (haram) bila syarat tersebut masuk
(ikut) dalam isi transaksi, jika syarat mendapat keuntungan itu berketepatan pada
waktu sebelum terjadi transaksi dan waktu transaksi tidak menyebut-nyebut janji
keuntungan bagi yang menghutangi, atau sama sekali tidak ada transaksi, maka
hukumnya boleh disertai makruh sperti makruhnya segala rekayasa riba yang
terjadi bagi selain tujuan syara’.
2. I’anatu Al
Tholibin, III : 20
(قوله: ومنه ربا القرض) أي ومن ربا الفضل:
ربا القرض، وهو كل قرض جر نفعا للمقرض، غير نحو رهن. لكن لا يحرم عندنا إلا إذا شرط
في عقده، كما يؤخذ من تصويره الآتي، ولا يختص بالربويات، بل يجري في غيرها، كالحيوانات
والعروض.
Artinya:
(
Diantaranya ialah riba qordi ) artinya: termasuk bagian dair riba fadli ialah
qordli, yaitu setiap menghutangi yang mengambil untung/ manfaat bagi yang
menghutangi, selain aqad gadai dan sesamanya haram, hal itu tidak haram menurut
kita, kecuali jika keuntungan itu di ucapkan/di isyaratkan pada waktu transaksi
(maka hukumnya haram),…….
3. Al-Bajuri, I :
344
لم يكن هناك عقد – كمالو باع معاطاة وهو
الواقع في أيامنا لم يكن ربا وان كان حراما لكن أقل من حرمة الربا.
Artinya:
Jika disana (dalam syarat) tidak
terjadi aqad (transaksi) seperti pada waktu jual beli dengan mu’athoh (
memberikan tanpa bicara), seperti yang terjadi saat ini, itu bukan riba, jika
terjadi keharoman maka lebih sedikit dari pada keharoman riba.
4. Fatawi Kubro,
III : 23
والذي صرح به الأصحاب أن كل ما ابطل شرطه
القد لا يضر إضمار نية فيه، وذكر صاحب الكافى أنه مع ذلك الإضمار هل يحل باطنا؟ وجهان
قال : واصحهما يحل لحديث عامل خيبر.
Artinya:
Sesuatu
yang telah dijelaskan oleh santrinya imam syafi’I : apabila sesuatu syarat yang
dapat membatalkan aqad (transaksi) itu tidak masalah, jika hanya tersimpan
dalam hati (tidak masuk aqad) shohibu al-kafi menjelaskan jika hal itu terjadi
( menyembunyikan syarat dalam hati) apakah transaksinya secara batin dianggap
halal? Ada dua pendapat, menurut yang ashoh adalah halal dengan dasar hadits
tentang pengelola tanah (Nabi) di Khoibar.
Mas’alah:
Bagaimana hukumnya orkes dan samroh yang dipentaskan dimuka
umum oleh kaum perempuan atau laki-laki dengan menampilkan cerita Nabi-nabi
atau menari-nari?
Jawab:
Hukumnya
haram. Adapun samroh dan orkes, yang pementasannya dan menari didalamnya tidak
terdapat mungkarat, maka hukumnya mubah. Sedangkan mungkarat yang dimaksud
diantaranya:
Dasar Pengambilan Dalil:
Al-Fiqhu ala
Madzahibi Al-Arbaah, IV : 9
والمختر أن ضرب الدف ولأغانى التى ليس فيها
ماينافى الآداب جائز بلاكراهة مالم يشتمل كل ذلك على مفاسد كترج النساء الأجنبيات في
العرس وتهتكهن أمام الرجال والعريس ونحو ذلك والاحرم.
Artinya:
Menurut
qoul yang muhtar (terpilih) sesungguhnya memukul rebana melantunkan lagu-lagu
yang tidak sampai meniadakan adab-adab adalah boleh, tidak makruh, selama tidak
mengandung mafasid (kerusakan) seperti penampilan perempuan (mejeng) dihadapan
laki-laki, dalam resepsi pernikahan dan memukaunya perempuan dihadapan
laki-laki,resepsi pernikahan dan sesamanya,
kalau tidak berarti haram.
Mirqotu Al-Suud
(syarah sulamun At-Taufiq)
زمن معاصى الرجل ( التبختر فى المشي ) كالتمايل
او تحريك اليدين على غير هيئة معتدلة او نحو ذلك.
Artinya:
Termasuk
maksiatnya kaki adalah ( sombong dalam berjalan) seperti lenggak-lenggok, atau
menggerak-gerakkan tangan pada selain kondisi kebiasaan (kesederhanaan) atau
sesamanya.
Is’adu Al-Rofiq, I
: 55
أتى بما يعد نقصا فى نفس رسول الله صلى
الله عليه وسلم او نبي من الأنبياء المجمع عليهم حلقا وخلقا او فى نسبه كان يقول إنه
عليه الصلاة والسلام ليس من قريش او فى صفة من صفاته.
Artinya:
Mendatangkan sesuatu yang dapat mengurangi (merendahkan) martabat Nabi
Muhammad Saw. Atau salah satu dari Nabi yang telah disepakati oleh ulama,
tentang kenabiannya, seperti menghina tubuh, akhlaq atau Nasabnya, seperti
mengatakan sesungguhnya Nabi Muhammad Saw. Bukan keturunan Quraisy, atau
menghina dalam agama atau sifat_Nya. (semua hukumnya haram).
Al-Fatawi Kubro, I
: 203
Sulamu at-taufiq,
hal: 13
Mas’alah:
apakah imam Daud
al-Dzohiri termasuk ahli sunnah wal jama’ah? Jika termasuk ahli sunah wal
jama’ah, bolehkah bagi kita megamalkan madzabnya dalam nikah tanpa wali dan
saksi? Apakah wajib had terhadapap orang yang melakukan bersetubuh dengan cara
nikah menurut madzab Daud tersebut?
Jawab:
Imam Daud
Dzoriri termasuk ahli sunnah waljama’ah. Adapun nikah mengikuti madzabnya
dengan tanpa wali dan saksi hukumnya tidak boleh.
Dasar Pengambilan Dalil:
Al-Farqu Baina
Al-Firoq, hal: 48.
ودخل هذه الجملة ( اى أهل السنة والجماعة
) جمهور الأمة وسوادها الأعظم من أصحاب مالك والشافعي وابى حنيفة والأوزاعى والثورى
وأهل الظاهر.
Artinya:
Masuk
dalam golongan ini ( ahli sunnah waljama’ah) ialah : pembesar-pembesar imam,
dan kelompok-kelompok mereka yang mayoritas, dari beberapa shabat/santrinya
imam malik, imam syafi’I imam Auza’I, Sufyan Atsauri dam Ahli Al-Dzohiriyah (
Dawud Al-Dzohiriyah).
Bughyatu
al-Mustarsyidin, hal: 8
( مسألة شٍ ) نقل ابن الصلاح الإجماع على
أنه لايجوز تقليد غير الأئمة الأربعة اى حتى العمل لنفسه فضلا عن القضاء والفتوى لعدم
الثقة بنبستها لأربابها بأسانيد تمنع التحريف والتبديل كمذهب الزيدية المنسوبين الى
الإمام زيد بن على بن الحسين البسط رضوان الله عليهم.
Artinya:
(masalah
syin) imam ibnu sholah manukil ijma’ sesungguhnya tidak boleh taqlid/mengikuti
selain kepada imam empat artinya sampai amal untuk dirinyapun tidak boleh.
Apalagi untuk menghukumi, menfatwakan, karena tidak dapat dipertanggung
jawabkan nisbatnya pada pemiliknya, dengan jalan yang mencegah, merubah dan
mengganti, seperti madzab zaibidiyah yang dinisbatkan kepada imam zaid bin ali
bin husain yang jadi cucu Rasul Ra.
Tuhfatu Al-Murid
Syarah Jauharu At_tauhid, hal: 90
ولايجوز تقايد غيرهم اى الأئمة الأربعة
ولو كان من اكابر الصحابة لأن مذاهبهم لم تدون ولم تضبط كمذاهب هؤلآء لكن جوز بعضهم
ذلك في غير الإفتاء.
Artinya:
Tidak
boleh taqlid kepada selain mereka yaitu imam –imam empat meskipun dari
pembesar-pembesar sahabat Rasul. Karena madzab mereka tidak dikodifikasikan
(tidak dikukuhkan) dan tidak dibuat pedoman seperti madzab-madzab mereka (imam
empat); namun sebagian ulama’ ada yang memperbolehkan asal tidak untuk
difatwakan.
Mizan Al-Kubro, I
: 50
Al-Fawaidu
Al-Janiyah, II : 204
Fiqhu Islam oleh
Syekh al_katib
Tanwirul Qulub :
408
Adapun orang yang bersetubuh dari nikah ala madzab Daud
Al-Dzohiri tersebut menurut qoul mu’tamad wajib di had.
Dasar Pengambilan Dalil:
Fatawi Kubro, II :
107
( وسئل) هل يجوز عقد النكاح تقليدا لمذهب
داود من غير ولى ولا شهودا اولا، واذا وطئ فهل يحد اولا .... الى ان قال فاجاب بقوله
لايجوز تقليد داود فى النكاح بلا ولى ولاشهود، ومن وطئ فى نكاح خال عنهما وجب عليه
حد الزنا على المنقول المعتمد.
Artinya:
( ibnu
hajar ditanya) apakah boleh aqad nikah dengan tanpa wali dan saksi, mengikuti
pendapat Dawud al-dzohiri? Dan ketika dia wati’ (hubungan badan) apakah terkena
hukum had atau tidak ? dst. S/d…. ibnu hajar menjawab : tidak boleh mengikuti
pendapat Dawud al-dzohiri dalam nikah tanpa wali dan saksi, barang siapa wati’
(berhubungan badan) atas nikah tanpa wali dan saksi wajib baginya di had (hukuman)
seperti hukuman bagi pelaku zina sesuai pendapat yang mu’tamad.
Kasyifatu al-Saja
: 27
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Follow us on facebook
Popular Posts
-
KEPUTUSAN BAHTSU AL-MASAIL SYURIYAH NU WILAYAH JAWA TIMUR DI PP NURUL JADID PAITON PROBOLINGGO TGL 15-16 DZULHIJJAH 1399 H / 5-6 ...
-
KEPUTUSAN BAHTSU AL-MASAIL SYURIYAH NU WILAYAH JAWA TIMUR DI PP QOMARUDDIN BUNGAH GRESIK Mas’alah : Kebanyakan buruh tani...
-
KEPUTUSAN BAHTSU AL-MASAIL SYURIYAH NU WILAYAH JAWA TIMUR DI PP. SALAFIYAH SUKOREJO ASEMBAGUS TGL 16-17 JUMADIL ULA 1400 H/ 2-3 A...
-
ASMA’UL KHUSNA DAN MANFA’ATNYA "ALLAH mempunyai Asmaa-Ul-Husna (nama-nama yang agung yang sesuai dengan sifat-sifat ALLAH...
-
Dia campurkan api dan tumbuh-tumbuhan, maka bentuk jin dijadikan,sebagai ruang di antara dua keadaan.Ia adalah di antara roh yang ber...
-
KEPUTUSAN BAHTSUL MASAIL SYURIYAH NU WILAYAH JAWA TIMUR DI PP AN-NUR TEGAL REJO PRAMBON NGANJUK TGL 26-27 SYAWAL 1401 H/ 26-27 AGUS...
-
KEPUTUSAN BAHTSUL MASAIL SYURIYAH NU WILAYAH JAWA TIMUR DI PP ZAINUL HASAN GENGGONG KRAKSAN TGL 22-23 NOPEMBER 1981 Mas’alah: ...
-
Ilmu pengetahuan dzahir mengenai benda-benda yang nyata dibagikan kepada dua belas bagian dan ilmu pengetahuan batin juga dibagikan kep...
-
Peringatan tentang sahwat Dari ibnu Abu Dzerr ra,dia berkata Rasulullah muhammad saw,bersabda : -sedikitkanlah sahwat,agar kemis...
-
KATA PENGANTAR ان الحمد لله الذى أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله. أرسله بشيرا ونذيرا وداعيا الى الله باذنه وسراجا منير...
Formulir Kontak
Follow us on Facebook
About Me
Blog Archive
-
▼
2016
(12)
-
▼
Mei
(12)
- fadilah asmaul khusna
- keputusan bahtsul masail syuriysh NU jawa timur\
- keputusan bahsul masail NU jawa timur (4)
- KEPUTUSAN BAHTSU AL-MASAIL SYURIYAH NU WILAYAH JA...
- KEPUTUSAN BAHTSU AL-MASAIL SYURIYAH NU WILAYAH JA...
- keputusan bahsul masail suriyah Nu jawa timur (1)
- Proses kejadian manusia ,malaikat dan jin
- ilmu pengetahuan dan kebatinan
- Peringatan tentang sahwat
- keutamaan wanita /fadhilah wanita
- ASMA’UL KHUSNA DAN MANFA’ATNYA
- Pengantar
-
▼
Mei
(12)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar